VISI STIKES RSAM

”Menjadi Pusat Pendidikan Kesehatan yang Berdaya Saing dan Berbudi Luhur”

MISI STIKES RSAM

  1. Menyelenggarakan pendidikan tinggi kesehatan yang berkualitas dan berdaya saing.
  2. Menyelenggarakan Tridharma perguruan tinggi secara berkesinambungan sesuai kebutuhan pasar lokal maupun internasional sesuai dengan norma budaya dan kaidah ilmu pengetahuan, teknologi, serta ilmu kesehatan.
  3. Mengembangkan kelembagaan dan kapasitas institusi secara berkesinambungan
  4. Mencetak lulusan berkepribadian profesional, berjiwa kepemimpinan, dan kewirausahaan.

TUJUAN STIKES RSAM

  1. Menghasilkan tenaga kesehatan yang berkualitas, beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, memiliki wawasan kebangsaan, berjiwa mandiri, jujur, disiplin, tangguh dan bertanggung jawab.
  2. Menghasilkan tenaga kesehatan yang mampu bersaing di kancah Lokal, Regional, Nasional, dan Internasional.
  3. Menghasilkan lulusan yang mampu menjadi entrepreneur dan berjiwa kepemimpinan.
  4. Menghasilkan karya penelitian untuk pengembangan ilmu dan berguna bagi kesejahteraan masyarakat.
  5. Tercapainya peran aktif dalam pembangunan dan pengabdian kepada masyarakat.
  6. Tercapainya pengelolaan perguruan tinggi yang terencana, terorganisasi, produktif, dan berkelanjutan.
  7. Menghasilkan sumber daya professional di bidang kesehatan yang berbasis Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni (IPTEKS).

SASARAN STIKES RSAM

  1. Terwujudnya Institusi yang terakreditasi
  2. Terwujudnya Sistem Penjaminan Mutu yang optimal
  3. Terwujudnya ijin dan operasional Program Studi Kesehatan
  4. Terwujudnya instusi yang berdaya saing
  5. Memiliki muatan kurikulum yang sesuai dengan standar
  6. Tersusunnya mata kuliah yang sesuai standar kompetensi
  7. Tersusunnya instrumen pembelajaran
  8. Terwujudnya monitoring dan evaluasi pembelajaran di setiap Prodi
  9. Terwujudnya sistem pembelajaran berbasis teknologi informasi
  10. Terwujudnya metode pembelajaran interaktif berbasis kompetensi
  11. Terwujudnya pembelajaran mandiri mahasiswa (student center learning)
  12. Terwujudnya mata kuliah dengan capaian pembelajaran yang membentuk sikap tata nilai (afektif), pengetahuan (kognitif) dan keterampilan (psikomotor)
  13. Terwujudnya peningkatan keminatan mahasiswa pada mata kuliah pilihan untuk pengembangan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa
  14. Terwujudnya peningkatan keminatan mahasiswa pada mata kuliah interprofesional education
  15. Terlaksananya peninjauan kurikulum secara rutin untuk menyempunakan struktur dan isi dari kurikulum sesuai dengan kebutuhan pasar dan perkembangan isu serta ilmu pengetahuan dan teknologi
  16. Terwujudnya pelaksanaan perkuliahan yang tertib
  17. Terwujudnya evaluasi pembelajaran yang terstandar
  18. Terwujudnya penelitian yang dibangun berdasarkan visi dan misi, kebutuhan pasar serta perkembangan ilmu pengetahuan
  19. Terwujudnya keaktifan Dosen dalam penelitian
  20. Terwujudnya daya saing penelitian Dosen pada tingkat Institusi
  21. Terwujudnya daya saing penelitian Dosen pada tingkat Nasional melalui penerimaan dana hibah
  22. Terwujudnya produktivitas Dosen dalam publikasi ilmiah dan produk penelitian lainnya
  23. Terwujudnya daya saing dosen dalam hal publikasi penelitian
  24. Terciptanya penelitian interprofesional
  25. Terwujudnya produktivitas dosen dalam penulisan buku ajar
  26. Terwujudnya partisipasi dosen internal maupun eksternal dalam penulisan artikel ilmiah pada jurnal Prodi/Institusi
  27. Terwujudnya partisipasi aktif civitas akademika dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat
  28. Terwujudnya dukungan institusi pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat
  29. Terwujudnya daya saing dosen pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat
  30. Terwujudnya tata pamong yang kredibel, akuntabel, transparan bertanggung jawab dan adil
  31. Terciptanya struktur organisasi efektif dan efisien
  32. Terwujudnya sistem pengelolaan kelembagaan yang baik
  33. Terwujudnya kepemimpinan profesional, organisasional dan publik
  34. Terwujdunya tata aturan serta sistem penghargaan dan sanksi yang jelas
  35. Terwujudnya otonomi perencanaan dan pengelolaan keuangan Prodi maupun Institusi
  36. Terwujudnya kemandirian institusi dalam hal keuangan
  37. Terwujudnya kuantitas Dosen
  38. Terwujudnya kualitas Dosen
  39. Terwujdunya kuantitas tenaga kependidikan
  40. Terwujudnya kualitas tenaga kependidikan
  41. Terwujudnya sarana dan prasarana yang memadai
  42. Terwujudnya kerja sama yang efektif dengan berbagai institusi baik dalam negeri maupun luar negeri
  43. Terwujudnya sistem seleksi mahasiswa baru yang berkualitas
  44. Terwujudnya prestasi akademik mahasiswa yang dapat dilihat dari IPK
  45. Terwujudnya prestasi non akademik mahasiswa
  46. Terwujudnya daya saing lulusan dalam dunia kerja dan studi lanjut
  47. Terwujudnya lulusan yang profesional dan memiliki jiwa kewirausahaan
  48. Terwujudnya mahasiswa yang memiliki kepribagian emosional dan spiritual yang baik